I. Akar Revolusi dan Pedoman Trendsetter untuk Komunikasi Baru
1. Dinamika Teknologi Komunikasi
1. Dinamika Teknologi Komunikasi
Saat ini kebutuhan akan teknologi, baik itu teknologi informasi maupun telekomunikasi sangat tinggi dari mulai golongan menengah kebawah dan golongan menengah ke atas. Semua individu sangat membutuhkan teknologi untuk mempercepat perkembangan atau meningkatkan pembangunan baik pembangunan individu maupun kelompok.Perkembangan teknologi yang saat ini sangat cepat adalah teknologi telekomunikasi, yang menghadirkan beragam pilihan bentuk teknologi dan kecanggihannya.
Di tahun 1980 masih banyak diantara kita di Indonesia yang belum melek komputer, sehingga pada saat itu kita sudah sangat bangga jika menggunakan mesin tik elektronik. Tahun 1987, kita mulai mengenal komputer ber-prosesor 286, dimana untuk menghidupkannya masih menggunakan disket DOS. Selain itu sistem operasi pada saat itu msih belum open system, sehingga sistem PC tidak dapat berkomunikasi dengan sistem lainnya yaitu Mac.Untuk mengirimkan files kepada seseorang yang berlainan kota, kita masih membutuhkan jasa pos atau kurir. Tahun 1990, orang Indonesia dengan bangganya menenteng organizer elektronis bermemori 2 MB untuk dapat disebut melek teknologi.
Hingga sampai saat ini teknologi komputer sudah sangat berkembang demikian pesatnya . Di pasaran komputer kini telah sampai ke teknologi komputer berprosesor Turbo Boost Technology 2.0 (i7) yang digagas oleh Intel® dengan kecepatan yang tak terbatas dan fitur yang memukau. Orang juga dapat dengan mudah berkomunikasi dan bertukar informasi walau pun sistem operasi komputernya berbeda, karena kini sistem operasi sudah open system. Untuk mengirimkan file, semudah mengklik sebuah program. Fungsi kantor pos untuk berkirim surat mulai berkurang peranannya. Kini tempat organizer elektronik digantikan oleh PDA (Personnel Digital Assistenat), atau Pocket PC dengan memori sampai 64 MB dan sistem operasi PalmOS atau Windows Pockect PC 2002, yang diluncurkan October 2001 lalu. Dengan kehadiran PDA mobilitas orang kini tidak lagi menjadi halangan untuk berkomunikasi dan mengakses informasi di internet, mau pun melakukan aktivitas seperti mengetik atau membuat perhitungan dengan spread sheet.
Hal yang sama terjadi dengan teknologi komunikasi (telpon). Tahun 1977, mobile telepon masih sebesar tas jinjing. Kini ukuran dan kemampuan mobile telepon sudah melompat jauh. Ukuran mobile phone kini sangat kecil dan dilengkapi dengan teknologi baru seperti Bluetooth, GPRS dan EDGE. Telpon seperti ini dipadukan dengan PDA, mampu membawa pemiliknya ke dunia maya secara mudah, tanpa perlu pasang-pasang kabel. Operator telpon juga semakin banyak, tahun 1975 kita hanya mengenal Telkom untuk telpon rumahan dan teknologi AMPS untuk mobile telepon. Kini kita memiliki lebih banyak pilihan misalnya Telkom, Ratelindo, C4, AMPS, GMS 900, CDMA, GMS 1800, dan PSN (telpon satelit). Untuk sambungan internasional pun tersedia alternatif yang jauh lebih murah melalui VOIP di internet. Transfer data pada generasi komunikasi sekarang ini pun telah mencapai pada generasi 3.5 (3.5 G) dan akan terus berkembang sesuai zaman.
Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa perkembangan zaman dan perkembangan teknologi komunikasi terus berjalan beriringan dan sangat pesat seturut zaman yang kian mengglobal di era modern. Bermula dari analogisasi hingga digitalisasi, dinamika perkembangan teknologi tersebut terus menerus mengalami kemajuan dan penyempurnaan tiada henti. sumber
2. Revolusioner Teknologi Komunikasi
Bahkan, saat ini muncul revolusioner baru dengan adanya BlackBerry dan Smartphone. Di Era Globalisasi ini, tak dipungkiri perkembangan teknologi komunikasi akan terus menerus mengalami perkembangan tiada henti sejalan dengan peradaban manusia modern yang dinamis.
3. Trendsetter Komunikasi
Banyak trendsetter yang bekerja di industri fashion, tetapi ada pula yang bekerja dalam bidang
komputasi, teknologi, dan berbagai bidang lainnya. Kerja di bidang ini membutuhkan pengetahuan yang
luas, dan harus bersama dengan pelatihan psikologi untuk memahami bagaimana tren muncul dan
mengapa tren tertentu dijemput, dan yang lainnya tidak. Banyak perusahaan besar mempekerjakan
trendsetter dengan kecenderungan untuk mengawasi industri mereka, tujuannya untuk tetap
memenangkan persaingan.
secara umum, saya sepaham dengan adanya peran trendsetter tersebut, sebab kompetisi global yang pesat menuntut untuk terus berevolusi dalam dunia komunikasi modern saat ini. Globalisasi yang kompetitif menjadi alasan yang signifikan.
II. Di Luar Batas Revolusi Informasi
1. E-Commerce
Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-dagang ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), e-pemasaran (e-marketing), atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI), dll.
E-dagang atau e-commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-dagang juga memerlukan teknologi basisdata atau pangkalan data (databases), e-surat atau surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-dagang ini. (Sumber: Wikipedia)
2. E-Commerce dan dunia bisnis
Perkembangan dunia bisnis yang sejalan dengan dinamika zaman global yang pesat pula, dan didukungnya teknologi modern menghantarkan pada terobosan bisnis era digital yang disebut E-Commerce. Oleh karena itu, E-Commerce hanya sebuah perkembangan dari dunia bisnis yang berbasis digitalisasi. Sekarang, banyak kita ketahui perkembangan dunia bisnis yang menawarkan barang-jasanya secara online/digital. misalnya: Amazon, Kaskus, dan masih banyak usaha lain yang serupa. Bahkan, situs jejaring sosial semacam Facebook ataupun Twitter dapat menjadi lahan subur untuk bisnis.
3. Konvergensi Harmonis









0 komentar:
Post a Comment